Sabtu, 13 Januari 2018

Rangkuman Jurnal Tugas Softskill

Jurnal 1 : Pembuatan Aplikasi Presensi Perkuliahan Berbasis Fingerprint (Studi Kasus : Jurusan Sistem Informasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya)
RESUME
Era globalisasi seperti saat ini menuntut kita semua untuk berproses lebih cepat, begitu pula dengan absensi kelas.
Absensi kelas yang masih menggunakan tanda tangan secara konvensional dinilai kurang efektif untuk menunjang pembelajaran di institusi selevel Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Mahasiswa kerap mengelabuhi presensi dengan cara menitipkan tanda tangan kepada teman satu kelasnya, presensi yang ada di absen konvesional tersebut kerap tidak valid.
Fasilitas recording dan Tracking presensi mahasiswa ini akan diwadahi dalam sebuah web-based application. Dimana admin dari aplikasi ini adalah Tata Usaha (TU) JSI. Admin akan secara berkali (sehari sekali) mengupdate database presensi dari database internal ke dalam website JSI. Sehingga presensi tiap kelas dapat dilihat online.
Dengan menggunakan aplikasi presensi fingerprint tersebut akan sangat membantu sistem absensi kelas di JSI untuk realtime, meningkatkan validitas dan meminimalisir kecurangan – kecurangan yang kerap terjadi, dan dapat diamati secara online.
 Absensi Fingerprints
Absensi berbasis fingerprints merupakan suatu metode yang sangat efektif untuk memonitoring tingkat kehadiran di tempat kuliah. Dengan menggunakan absensi berbasis fingerprints seorang mahasiswa tidak bisa menitip absensi lagi kepada teman sekelasnya, sangat efektif untuk mengurangi kecurangan absensi yang sering terjadi di tempat kuliah.

Device yang digunakan untuk fingerprints scanning adalah VF-30.Sebuah mesin fingerprints scanner dengan spesifikasi sebagai berikut:
·        BioNano inti aloritma platrform dengan kinerja dan kehandalan tinggi

·        Versi algoritma 2010 terbaru dengan kinerja baik pada sidik jari basah dan kering, indentikasi dari sudut yang berbeda
·        Keypad backlight putih dengan 10 tombol angka dan 7 tombol fungsi
·        Standart fingerprint reader, RFID/Mifare/HID card reader
·        Mini USB, RS485, dan TCP/IP untuk koneksi jaringan
·        Metode Identifikasi: Sidik jari, Kartu, Password
·        VF30: standar 1.000 sidik jari dan 32000 records Dengan spesifikasi yang telah disebutkan di atas maka
device tersebut akan mampu beroperasi di JSI ITS dengan maksimal.

Web-Based Application
Web-Based Application adalah aplikasi yang diakses oleh pengguna melalui jaringan seperti internet atau intranet. Istilah ini juga dapat berarti aplikasi perangkat lunak komputer yang dikodekan dalam bahasa pemrograman yang mendukung seperti JavaScript, dikombinasikan dengan bahasa browser seperti HTML dan bergantung pada web browser umum untuk membuat aplikasi dapat dieksekusi.

CodeIgniter adalah sebuah web application framework yang bersifat open source dan digunakan untuk membangun aplikasi PHP dinamis. Tujuan utama pengembangan framework tersebut adalah membantu developer dalam mengerjakan aplikasi secara lebih cepat dibandingkan menuliskan semua kode program dari awal. CodeIgniter menggunakan lingkungan pengembangan dengan metode Model View Controller (MVC) yang membedakan antara logika dan tampilan. Model merepresantiskan struktur data dari aplikasi yang bisa berupa basis data maupun data lain, misalnya dalam bentuk file teks atau file xml.

1. View
Merupakan informasi yang ditampilkan kepada pengguna. Didalam View tidak berisi logika-logika kode dan pemrosesan data akan tetapi hanyaberisi variabel-variabel data yang siap ditampilkan.

2. Controller
Controller merupakan penghubung antara Model dan View. DidalamController ini terdapat class dan fungsi-fungsi yang memprosespermintaan dari View kedalam struktur data didalam Model.

ANALISA DAN DESAIN SISTEM
A. Rancang Umum Sistem
MONIKUL mengelolah semua data absensi JSI, dimana semua civitas yang tergabung di dalamnya dapat melihat dan merekap absensinya. Civitas yang dimaksud adalah user yang tidak lain adalah Dosen, Mahasiswa, dan Admin. User tersebut memiliki previlage berbeda tergantung jabatan user tersebut.

B.  Proses Penghitungan
Proses penghitungan absensi dilakukan berdasarkan matakuliah, kelas matakuliah, dan jadwal kuliah Setiap user yang melakukan absensi fingerprint pada kelas – kelas akan terekam, namun dengan pengecualian-pengecualian yang dilakukan maka hanya user dengan matakuliah, kelas matakuliah, ruangan, jadwal, dan dosen yang tepat yang akan disimpan sebagai hadir. Diluar itu tidak akan ditampilkan karena salah kelas, matakuliah, jadwal, atau dosen. User yang ketidakhadirannya lebih dari yang telah sistem tentukan akan keluar pada halaman kehadiran kurang.

C.  Usecase
Usecase diagram pada aplikasi ini memiliki fungsi untuk menjelaskan interaksi antar aktor dan sistem untuk mencapai tujuan, aktor yang dimaksud dapat berupa user atau sistem.

Package Usecase Admin
Admin adalah user yang mengelolah aplikasi ini, dalam hal ini orang tersebut adalah bagian TU JSI pengelolah absensi. User ini memiliki prioritas tertinggi sehingga user ini juga memiliki hak akses untuk semua fitur pada aplikasi ini. Hak akses tersebut antara lain:
·        Melihat rekap absensi semua matakuliah
·        Mengubah profil user Dosen dan Mahasiswa
·        Mengubah jadwal dosen dan mahasiswa
·        Mengubah kelas dosen dan mahasiswa
·        Mengubah matakuliah yang diampu/diambil dosen dan mahasiswa

Isi dari package usecase tersebut adalah usecase untuk admin.

Package Usecase Dosen
Dosen adalah middle user dalam aplikasi ini yang hanya memiliki akses untuk privilege dosen, antara lain:
·        Melihat rekap absesnsi untuk matakuliah yang sedang diampu
·        Mengubah profil dosen
·        Mengubah matakuliah yang sedang diampu dosen tersebut
·        Mengubah jadwal untuk matakuliah yang sedang diampu dosen tersebut
·        Mengubah kelas untuk matakuliah yang sedang diampu dosen tersebut
Selain itu dosen juga memiliki hak untuk meminta admin melakukan hal – hal di atas bila dosen yang bersangkutan tidak bisa melakukan hal tersebut.

Package Usecase Mahasiswa
Mahasiswa adalah middle user dalam aplikasi ini, sama seperti dosen, mahasiswa juga memiliki limited privilege, antara lain:
·        Mengubah profil mahasiswa
·        Mengambil/drop matakuliah yang sedang diambil
·        Melihat rekap absensi untuk matakuliah yang sedang diambil

Selain itu mahasiswa juga dapat meminta admin untuk melakukan hal – hal di atas apabila mahasiswa yang bersangkutan berhalang melakukannya.

D.  Robustness Diagram
Robustness diagram adalah penjabaran dari usecase, yang bertujuan untuk mendetailkan proses dari tiap usecase. Robustness diagram akan dibuat berdasarkan usecase yang ada.
E.  Sequence Diagram
Sequence diagram adalah step by step dari sistem terhadap sebuah usecase. Dapat disebut sebagai penjabaran sistem dari usecase. Sequence diagram akan menjelaskan tentang proses yang terjadi dalam sistem. Pembuatan sequence diagram dijabarkan berdasarkan usecase yang ada.
F.  Class Diagram
Pada bagian ini akan dijelaskan tentang atribut beserta fungsi dan method yang digunakan dalam mengembangkan sistem.

IMPLENTASI DAN UJI COBA
A. Implementasi
Pada tahapan implementasi dan uji coba ini, dibutuhkan beberapa komponen pendukung seperti perangkat keras dan perangkat lunak. Perangkat keras berperan dalam menciptakan lingkungan operasi dari sistem yang dibangun. Perangkat lunak berperan dalam menyusun aplikasi tersebut
B.  Uji Coba
Setelah melakukan uji coba fungsional didapatkan rincian apakah fitur-fitur aplikasi telah berjalan dengan baik.





Jurnal 2 : Identifikasi Iris Opsi Identifikasi Biometrik
RESUME
Identifikasi iris dianggap merupakan salah satu metode identifikasi biometrik yang ideal dan lebih stabil karena iris adalah organ internal yang terproteksi oleh kornea. Beberapa kekurangan metode ini ialah pada pengguna kacamata, lensa kontak, atau cadar,serta peminum alkohol.
A.   STRUKTUR HISTOLOGIK IRIS
Iris berfungsi untuk mengatur jumlah cahaya yang masuk ke bagian posterior bola mata melalui pupil. Pada rangsangan cahaya terang, serat saraf parasimpatis merangsang otot polos sirkular  (mconstrictor pupillae) untuk berkontraksi dan menyempitkan ukuran pupil (konstriksi). Pada cahaya redup, serat saraf simpatis merangsang otot polos radial (m. dilatator pupillae) untuk berkontraksi dan memperbesar ukuran pupil (dilatasi). Respons-respons ini bersifat refleks viseral.
B.   IDENTIFIKASI BIOMETRIK
Identifikasi biometrik adalah metode pengukuran objektif atas karakteristik fisik tertentu dari seseorang. Data biometrik dari sekelompok orang bila disimpan dalam sebuah bank data, dapat digunakan untuk verifikasi identitas orang dalam kelompok tersebut. Metode identifikasi biometrik yang telah banyak digunakan yaitu sidik jari, pengenalan wajah dan identifikasi iris. Negara tertentu seperti Amerika serikat, RRC, India, dan Indonesia, telah menerapkan penggunaan identifikasi biometrik dalam pembuatan identitas resmi warga negara maupun wisatawan yang akan masuk ke negaranya.
Mekanisme penggunaan sistem biometrik dapat digambarkan dengan beberapa fase, yaitu :
Fase Pertama yaitu fase pemasukan data (enrollment). Pada fase ini masukan akan di pindai oleh sensor biometrik, yang mengambil data digital karakteristik anggota tubuh seseorang.
Fase selanjutnya adalah fase pencocokan; dalam fase ini sekelompok data pembanding yang telah dimasukkan sebelumnya akan dicocokkan dengan identifikasi data yang dimasukkan pada fase pertama.
Pada pencatatan data digital dimungkinkan adanya reduksi, sehingga dihasilkan data digital yang bebas dari data yang menyebabkan kesalahan identifikasi. Hasil ini akan diproses dengan ekstraktor ciri untuk menghasilkan suatu representasi individual yang ekspresif dalam bentuk template, yang dapat disimpan dalam database di sistem biometrik atau dapat direkam pada berbagai media seperti kartu magnetik, chip, atau media penyimpan lain sesuai maksud penggunaannya. Pada fase pengenalan, bagian tubuh individu dibaca oleh pembaca biometrik dan dikonversi dalam bentuk digital, untuk diproses sebagai template. Selanjutnya, template ini dicocokkan dengan identifikasi individu yang disim-pan dalam database, kartu magnetik, chip, atau media penyimpan lain.
C.   IDENTIFIKASI IRIS
Identifikasi iris (iris recognition) adalah metode identifikasi biometrik yang menggunakan pengenalan pola matematis data video dari iris mata seseorang.
Identifikasi iris dimulai dengan melokalisasi batas luar dan dalam dari iris (pupil and limbus) pada data gambar sebuah mata. Selanjutnya, program algoritma mendeteksi dan melakukan eksklusi kelopak mata, bulu mata, dan refleksi spektrum cahaya. Data gambar mata yang sekarang hanya berisi data gambar iris dinormalisasi untuk mengompensasi dilatasi atau konstriksi pupil, kemudian dianalisis dengan mengambil data berupa informasi pola iris untuk dapat dibandigkan dengan pola pembanding. Pada algoritma Daugman, sebagian besar informasi amplitudo dihilangkan; hal ini dimaksudkan agar pola iris tidak dipengaruhi oleh perubahan pada pencahayaan atau kontras kamera.
Identifikasi atau verifikasi identitas seseorang dilakukan dengan mencocokkan pola iris yang diperoleh dengan data pola iris yang sebelumnya telah dimasukkan ke dalam database. Data yang diperoleh dianalisis dengan komputer menggunakan metode bayesian untuk meningkatkan akurasinya.
1       Kelebihan identifikasi iris
Metode identifikasi iris dianggap merupakan salah satu metode identifikasi biometrik yang ideal karena iris adalah organ internal yang terproteksi oleh kornea. Berbeda dengan sidik jari yang akan sulit dicocokkan bila kulit jari mengalami kerusakan, iris umumnya stabil dan datar. Konfigurasi geometrik iris dikontrol oleh otot sfingter pupil dan dilator pupil. Sedikitnya otot yang mampu menimbulkan perubahan menyebabkan iris lebih stabil dibanding metode identifikasi biometrik lain seperti metode pengenalan wajah.
Metode identifikasi iris mengambil data gambar iris dari jarak 10 cm hingga beberapa meter, tergantung ketelitian alat pengambil gambar. Cara ini mengurangi kontak dan penularan penyakit akibat penggunaan alat, atau terjadinya penolakan pada budaya tertentu akibat terjadinya kontak langsung atau jarak individu yang diperiksa amat dekat dengan pemeriksa. Walau beberapa prosedur operasi dapat merubah warna dan bentuk keseluruhan iris, namun pola halus pada iris tetap stabil hingga beberapa dekade.
2       Kekurangan identifikasi iris
Kebanyakan teknologi biometrik mengalami kesulitan membedakan apakah data biometrik yang diperolehnya berasal dari jaringan hidup. Identifikasi biometrik baru dianggap terpercaya bila dapat dibuktikan bahwa data yang diperoleh merupakan data yang berasal dari bagian tubuh yang hidup, dan bukan dari cetakan atau gambar yang sengaja dibuat. 
Pada identifikasi iris kekurangan di atas dapat diatasi dengan melakukan analisis spektrum warna untuk membedakan apakah data berasal dari jaringan iris atau bahan lain. Beberapa alat dibuat dengan menggunakan penyaring berupa pergerakan bola mata untuk menghindarkan digunakannya gambar mata untuk menggantikan mata orang yang akan diidentifikasi.
Identifikasi iris dapat mengalami kesalahan atau menurun ketepatannya, khususnya pada keadaan sebagai berikut, yaitu: penggunaan kacamata yang memantulkan cahaya atau menghalangi pengambilan gambar bola mata; lensa kontak untuk kepentingan kosmetik atau yang berpola; dan penggunaan cadar atau penutup wajah yang menutupi daerah mata. Oleh karena itu, sebelum identifikasi iris penggunaan hal tersebut di atas harus dipastikan untuk dilepas sementara waktu.                                              







Jurnal 3 : Sistem Pengenalan Wajah (Face Recognation) Menggunakan Metode Hidden Markov Model (HMM)
RESUME
Aplikasi pengenalan wajah pada citra digital dengan metode Hidden Markov Models dengan menggunakan database Pain Ekspression Subset sebagai input data untuk diolah oleh program face recognition, dikarenakan mampu memodelkan data 2 dimensi seperti citra dengan biak, serta mendapatkan hasil yang lebih teliti.
Hidden Markov model merupakan pemodelan probabilitas suatu sistem dengan mencari parameter-parametermarkov yang tidak diketahui untuk memperoleh analisis sistem tersebut. Metode Hidden Markov Model (HMM) mampu menangani perubahan statistik dari gambar, dengan memodelkan eleman- eleman menggunakan probabilitas. Salah satu aplikasinya adalah pada image processing, HMM memiliki tiga parameter utama yang harus dicari nilainya terlebih dahulu.
Wajah diproses dengan cara scan secara vertical dari atas ke bawah. Prinsip kerja sistem secara keseluruhan adalah pengenalan beberapagambar wajah yang unik dengan berbagai
Ekspresi yang berfungsi sebagai input dengan gambar wajah yang di simpan dalam database dengan metode training Hidden Markov Model (HMM).
Sistem pengenalan wajah (face recognition) membandingkan percobaan
Pengenalan sesuai dengan codebook (32, 64,128, 256) dan iterasi (5, 10) dan di dapat hasil sebagai berikut :
Dengan perbandingan akurasi metode lain



Kesimpulan
Ø Perbandingan
          Dari ketiga jurnal diatas dapat diketahui bahwa ketiga jurnal memiliki pembahasan yang memiliki kesamaan dalam cara, kegunaan dll, yaitu mengidentifikasi identitas seseorang menggunakan Biometrik (sidik jari, mata(iris scanner), wajah) seseorang. Karena setiap orang pasti memiliki perbedaan pada biometriknya maka dari itu biometrik ini dapat juga di gunakan dalam mengidentifikasi identitas, pengamanan data, dll. Pembacaan biometrik ini sangat presisi maka dari itu sangat sulit untuk di tembus keamaannya dan cara menggunakan nya juga cepat.
          Disini saya menekankan pada penggunaan pengamanan data, dimana sekarang dapat mudah ditemukan yaitu contoh nya smartphone jaman sekarang yang sudah menggunakan ‘fingerprint(scan sidik jari)’,’iris scanner(scan mata)’,bahkan ‘face recognation’(scan wajah). Dalam ketiga metode pengamanan data, semua metode memiliki pertahanan dalam pembobolan data yang sulit di bobol oleh hacker karena penduplikasian sangat sulit dilalukan. Karena itu pengamanan menggunakan biometrik ini sangat populer karena ketahanannya dalam pembobolan data.
          Jaman sekarang metode ini juga digunakan untuk absensi dalam sebuah kantor, kampus atau sekolah karena kepresisisan dan kecepatan dalam mengidentifikasi identitas seseorang. Sehingga kita tidak perlu lagi menandatangan di kertas yang sangat membuang waktu dan tenaga.
          Dari ketiga metode pembaca biometrik diatas menurut kami metode yang paling baik adalah Fingerprint karena :
-         Alatnya paling murah.
-         Pengelolaan data lebih mudah.
-         Cepat kemampuan membaca datanya .
-         Sudah banyak orang yang familiar dengan fingerprint.
Namun tentunya memiliki kelemahan yaitu :
-         Mudah diduplikasi.
-         Tidak bisa diubah data sidik jari anda jika sudah diretas maka hacker dapat menggunakannya kapan saja.
-         Sensor tidak mengeli jika jadi anda basah, luka.

Ø Metode yang paling banyak digunakan
     Dari ketiga metode pembaca biometri yang paling banyak digunakan tentu saja Fingerprint, alasannya sama seperti yang kami bahas di perbandingan yaitu :
-         Alatnya paling murah.
-         Pengelolaan data lebih mudah.
-         Cepat kemampuan membaca datanya .
-         Sudah banyak orang yang familiar dengan fingerprint.


Daftar pustaka

Muhammad, Noval Aditya. dkk. 2013. Pembuatan Aplikasi Presensi Perkuliahan Berbasis Fingerprint (Studi Kasus : Jurusan Sistem Informasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya). Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Kristianto, Erwin G. dkk. Identifikasi Iris Opsi Identifikasi Biometri. Menado: Universitas Sam Ratulangi.
Sudiana, Dodi. dkk. Sistem Pengenalan Wajah (Face Recognation) Menggunakan Metode Hidden Markov Mode (HMM). Depok: Universitas Indonesia.


Senin, 06 November 2017

4 Aplikasi Sistem Pakar

https://m.youtube.com/watch?v=ZLCiXkDKEU8&feature=youtu.be

Pada vidio ya g saya buat ini saya menyimpulkan bahwa kami telah melihat beberapa aplikasi distem pakar atau aplikasi kecerdasaan buatan,dan penjelasan lebih lanjut berada dalam vidio

Minggu, 12 Maret 2017

IT Service Management



1.1 Bagaimana Memahami Manajemen Layanan ?


Proses penerapan ilmu dan seni untuk menyusun rencana,mengimplementasikan rencana,mengkoordinasikan dan menyeleseikan aktifitas-aktifitas pelayanan demi tercapainya tujuan-tujuan pelayanan
Sasaran Manajemen Pelayanan adalah kepuasan pelanggan. Dalam menyelenggarakan pelayanan baik kepada pelanggan internal maupun eksternal, pihak penyedia dan pemberi layanan harus selalu berupaya untuk mengacu kepada tujuan utama pelayanan, yaitu kepuasan konsumen (consumer satisfaction) atau kepuasaan pelanggan (customer satisfaction)

Seiring dengan pengertian pelayanan, publik dan pelayanan publik Menurut Para Ahli , berarti
Pengertian Manajemen Pelayanan Publik adalah suatu proses penerapan ilmu dan seni untuk menyusun rencana, mengimplementasikan rencana, mengoordinasikan dan menyelesaikan aktivitasaktivitas pelayanan demi tercapainya tujuan-tujuan pelayanan.(lihat Ratminto dkk). Atau dengan kata lain, manajemen pelayanan publik berarti merupakan suatu proses perencanaan dan pengimplementasiannya serta mengarahkan atau mengkoordinasikan penyelesaian aktivitas-aktivitas pelayanan publik demi tercapainya tujuan-tujuan pelayanan publik yang telah ditetapkan.

1.2 Kenapa sangat penting untuk perusahaan ?
Kenapa sangat penting?Karena menurut saya manajemen pelayanan sangat penting bagi perusahaan karena dalam sebuah perusahaan pelayanan kepada customer sangatlah penting dan krusial karena bagusnya atau tidaknya sebuah perusahaan terletak pada pelayanan perusahaan tersebut, apakah baik dalam melayani atau cepat dalam melayani para customer.

ITSM berfokus pada proses dan karenanya terkait dan memiliki minat yang sama dengan kerangka kerja dan metodologi gerakan perbaikan proses seperti TOM, Six Sigma, Business Process Management, dan CMMI Dan tidak memperdulikan detail penggunaan produk suatu pemasok tertentu atau detail teknis suatu sistem yang dikelola, melainkan fokus kepada upaya penyediaan kerangka kerja untuk menstrukturkan aktivitas yang terkait dengan TI dan interaksi antara personel teknis TI dengan pengguna teknologi informasi.

1.3 Bagaimana manajemen layanan dapat membantu penyedia layanan untuk memberikan dan mengelola layanan ini ?


Upaya memaksimalkan nilai itu menempatkan penerapan IT Service Management (ITSM) tidak lagi merupakan suatu opsi, melainkan telah menjadi suatu keharusan bagi perusahaan, terutama jika ingin mempertahankan eksistensi bisnisnya di tengah persaingan yang sangat kompetitif saat ini.






ITSM, sebagai suatu solusi manajemen, jelas tidak hanya terkait dengan ketersediaan infrastruktur TI, melainkan bagaimana infrastruktur tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan TI di lingkungan perusahaan, sehingga menjadi lebih efisien dan efektif, yang berujung pada kemampuan mengoptimalkan layanan kepada pelanggan, sambil menghemat biaya. Lanjutannya, perusahaan pun dapat dengan mudah membuat perencanaan (forecasting ) ke depan, termasuk juga mengambil berbagai keputusan bisnis yang lebih dinamis.






2.Kerangka ITIL






2.1 Standar untuk manajemen layanan TI

Sebuah perusahaan yang mengimplementasi ITIL akan mendapat berbagai keuntungan, misalnya, pelayanan IT menjadi lebih fokus kepada departemen, pembiayaan akan efektif dan efisien, perubahan IT lebih mudah untuk diatur, dan pada akhirnya berdampak pada pendapatan perusahaan itu sendiri.
Apakah saat ini sudah banyak perusahaan yang sudah mengimplementasikan ITIL? Tampaknya masih sedikit, walau demikian apabila dibandingkan dengan framework lainnya seperrti ISO, framework ITIL sebenarnya akan melakukan berbagai perubahan dan perbaikan dari dalam perusahaan itu sendiri, yakni pada departemen IT. Sebenarnya tidak hanya diperusahaan saja, ITIL juga bisa diaplikasikan dilembaga pemerintah baik departemen maupun non departemen. Coba saja perhatikan, saat ini manajeman IT diberbagai lembaga pemerintah maih jauh dari yang diharapkan, baik dalam hal manajemen pengadaannya kaupun dalam hal manajemen maintenancenya.
Service Management terbaik
Tidak seperti halnya ISO yang sangat populer saat ini, ITIL (IT Infrastructure Library, IT Infrastructure Library) tidak begitu dikenal dan nyaris tidak diketahui oleh sebagian besar masyarakat IT khususnya di Indonesia. ITIL sebenarnya sudah lamapa diperkenalkan, yaitu lahir sekitar tahun 80-an abad ke-20, yang waktu itu ditugaskan oleh Pemerintah Inggris Administrasi Komputer dan Telekomunikasi (CCTA) telah melakukan proyek penelitian tentang kualitas layanan produk IT,dalam hal ini ITIL menyediakan satu set sumber daya yang efektif dan dapat mengukur manajemen keuangan IT.
CCTA ITIL dalam membangun kerangka dasar, banyak praktik manajemen layanan TI seperti IBM dan HP misalnya yang terlibat dalam penyusunan ITIL tersebut. Kini ITIL telah berubah dan berorientasi pada berbagai bidang manajemen, seperti kepuasan pelanggan dan kualitas layanan IT, tujuannya tidak ada lain kecuali TI layanan teknologi yang terintegrasi pada perusahaan secara efektif.
Manajemen infrastruktur IT adalah deskripsi yang sangat rinci. Dalam hal ini dapat dijelaskan menjadi 10 proses terintegrasi dan menjadi hal yang sangat inti, yaitu, yaitu (1) layanan manajemen tingkat layanan IT (2) manajemen keuangan, (3)manajemen kapasitas, (4) manajemen layanan TI kontinuitas, (5) ketersediaan manajemen, (6) manajemen konfigurasi, (7) manajemen perubahan, (8) manajemen rilis, (9) manajemen insiden, da (10) masalah manajemen dan fungsi manajemen (help desk). Tapi yang paling menyita perhatian adalah manajemen infrastruktur TI secara menyeluruh. Dengan mengaplikasikan ITIL, maka dapat dipastikan bahwa manajemen layanan IT dan manajemen infrastruktur IT pada suatu perusahaan akan memberikan referensi yang jelas baik dalam hal penggantian hardware, software, dan sumberdaya lainnya termasuk SDM.
Perkembangan ITIL memang tidak secepat software dan hardware. Begitu juga dengan software ITIL memang sedikit lambat, karena masyarakat IT khususnya di Indonesia masih terlena dengan cara menggunakan dan implementasi IT baik secara perorangan maupun dilingkungan kerjanya.
Seperti telah dijelaskan d atas bahwa perkembangan ITIL memang tidak secepat perkembangan software maupun hardware, namun sebenarnya implementasi ITIL sudah diterapkan sejak beberapa tahun silam. Di Intansi pemerintah sendiri sebenarnya sudah menerpkan mengimplementasikan ITIL ini melalui jabatan fungsional yang namanya Pranata Komputer. Di sana dijelaskan berbagai hal yang berhubugan dengan pelayanan IT, implementasi IT dan sebagainya.
Dalam perkembangannya ITIL memiliki lima bagian dari sebuah siklus dari sebuah siklus yang dikenal dengan sebutan Sikuls Layanan ITIL. Secara singkat, masing-masing bagian dari siklus tersebut adalah, Service Strategy, Service Design, Service Transition, Service Operation dan Continual Service Improvement. Secara sederhana ke lima bagian tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
Service Strategy
Secara sederhana Service Strategy akan memberikan panduan kepada mereka untuk mengmplementasikan pengimplementasi ITSM (IT Service Mnagement) dan bagaimana memandang konsep ITSM bukan hanya sekedar kemampuan organisasi dalam memberikan, mengelola serta mengoperasikan layanan TI, tapi juga sebagai sebuah aset strategis bagi sebuah perusahaan. Panduan ini disajikan dalam bentuk prinsip-prinsip dasar dari konsep ITSM, acuan-acuan serta proses-proses inti yang beroperasi di keseluruhan tahapan ITIL Service Lifecycle.
Topik-topik yang dibahas dalam tahapan lifecycle mencakup pembentukan market guna menjual layanan, tipe-tipe dan karakteristik penyedia layanan internal maupun eksternal, aset-aset layanan, konsep portofolio layanan serta strategi implementasi keseluruhan ITIL Service Lifecycle. Proses-proses yang dicakup dalam Service Strategy, di samping topik-topik di atas antara lain Service Portfolio Management, Financial Management dan Demand Management.
Bagi organisasi IT yang baru akan mengimplementasikan ITIL, Service Strategy digunakan sebagai panduan untuk menentukan tujuan atau sasaran serta ekspektasi nilai kinerja dalam mengelola layanan IT serta untuk mengidentifikasi, memilih serta memprioritaskan berbagai rencana perbaikan operasional maupun organisasional di dalam organisasi IT.
Bagi organisasi IT yang saat ini telah mengimplementasikan ITIL, Service Strategy digunakan sebagai panduan untuk melakukan review strategis bagi semua proses dan perangkat (roles, responsibilities, teknologi pendukung, dll) ITSM di organisasinya, serta untuk meningkatkan kapabilitas dari semua proses serta perangkat ITSM tersebut.
Service Design
Agar layanan IT dapat memberikan manfaat kepada pihak bisnis, layanan-layanan IT tersebut harus terlebih dahulu di desain dengan acuan tujuan bisnis dari pelanggan. Service Design memberikan panduan kepada organisasi IT untuk dapat secara sistematis dan best practice mendesain dan membangun layanan IT maupun implementasi ITSM itu sendiri. Service Design berisi prinsip-prinsip dan metode-metode desain untuk mengkonversi tujuan-tujuan strategis organisasi IT dan bisnis menjadi portofolio/koleksi layanan IT serta aset-aset layanan, seperti server, storage dan sebagainya.
Ruang lingkup Service Design tidak melulu hanya untuk mendesain layanan ITI baru, namun juga proses-proses perubahan maupun peningkatan kualitas layanan, kontinyuitas layanan maupun kinerja dari layanan.
Proses-proses yang dicakup dalam Service Design yaitu: Service Catalog Management, Service Level Management, Supplier Management, Capacity Management, Availability Management, IT Service Continuity Management, Information Security Management.
Service Transition
Service Transition menyediakan panduan kepada organisasi IT untuk dapat mengembangkan serta kemampuan untuk mengubah hasil desain layanan IT baik yang baru maupun layanan IT yang dirubah spesifikasinya ke dalam lingkungan operasional. Tahapan lifecycle ini memberikan gambaran bagaimana sebuah kebutuhan yang didefinisikan dalam Service Strategy kemudian dibentuk dalam Service Design untuk selanjutnya secara efektif direalisasikan dalam Service Operation.
Proses-proses yang dicakup dalam Service Transition yaitu: Transition Planning and Support, Change Management, Service Asset & Configuration Management, Release & Deployment Management, Service Validation, Evaluation, dan Knowledge Management.
Service Operation
Service Operation merupakan tahapan lifecycle yang mencakup semua kegiatan operasional harian pengelolaan layanan-layanan IT . Di dalamnya terdapat berbagai panduan pada bagaimana mengelola layanan IT secara efisien dan efektif serta menjamin tingkat kinerja yang telah diperjanjikan dengan pelanggan sebelumnya. Panduan-panduan ini mencakup bagaiman menjaga kestabilan operasional layanan it serta pengelolaan perubahan desain, skala, ruang lingkup serta target kinerja layanan IT.
Proses-proses yang dicakup dalam Service Transition yaitu: Event Management, Incident Management, Problem Management, Request Fulfillment, dan Access Management.
Continual Service Improvement
Continual Service Improvement (CSI) memberikan panduan penting dalam menyusun serta memelihara kualitas layanan dari proses desain, transisi dan pengoperasiannya. CSI mengkombinasikan berbagai prinsip dan metode dari manajemen kualitas, salah satunya adalah Plan-Do-Check-Act (PDCA) atau yang dikenal sebagi Deming Quality Cycle.
Dari penjelasan tersebut dapat ditarik kesimpilan bahwa ITIL merupakan suatu layanan yang sangat penting untuk diimplementasikan, tujuannya agar semua komponen dalam penerapan IT bisa sesuai degan siklus dan kebutuhannya. Terlepas dari itu semua akhirnya berpulang kepada kita yang akan mengimplementasikan ataupun menerapkan ITIL sebagai salah satu manajemen layanan IT di abad ini.



2.2 Komponen ITIL



Terdapat 2 komponen operasional ITIL yaitu :


Service Support (yaitu aktifitas yang dilaksanakan minimal setiap hari)


Service Delivery (yaitu aktivitas yang dilaksanakan minimal setahun/kuartal/bulanan)


SERVICE SUPPORT


The Service Desk


Tujuan :






Untuk melaksanakan single point of contact antara User dan IT Service Management dan memeriksa status hubungan semua customer.


Menangani Incidents dan permintaan, serta memberikan arahan untuk kegiatan lain seperti Change, Problem, Configuration, Release, Service Level, and IT Service Continuity Management


Kegiatan :


Menerima dan merekam semua panggilan dari user.


Memberikan first-line support (menggunakan pengetahuan)


Mengacu kepada second-line support bila diperlukan.


Monitoring dan peningkatan peningkatan bahaya-bahaya yang terjadi.


Menjaga informasi user.


Memberikan ruang antara disiplin ITSM.


Memberikan pengukuran dan metrik


Incident Management






Tujuan :


Untuk kembali ke operasi normal secepat dan sebisa mungkin dengan gangguan seminimal mungkin, yang memastikan bahwa tingkat pencapaian terbaik dari availability Dan service telah terpelihara.


Incident definition, semua peristiwa yang tidak sesuai standar operasi yang disebabkan atau mungkin disebabkan gangguan atau pengurangan kualitas service.


Work-around definition, sebuah metode untuk menghindari Incident atau masalah, salah satunya dengan menggunakan teknik sementara atau tetap sehingga user tidak lagi percaya kepada Configuration Item (CI) yang diketahui sebagai penyebab failure.


Problem Management


Tujuan :


Untuk meminimalkan pengaruh yang merugikan dalam bisnis yang diakibatkan incident dan masalah yang disebabkan oleh error dalam infrastuktur.


Problem definition


Sebab yang tidak diketahui yang diakibatkan satu atau lebih incident


Known Error definition


Sebuah incident atau problem yang sebabnya diketahui.


Configuration Management


Tujuan :


Menyediakan pengendalian infrastuktur melalui monitoring dan pemeliaharaan informasi atas :


1) Configuration Items (CI) diperlukan untuk mendistribusikan services


2) CI status and history


3) CI relationships


4) Valuable CIs (monetary or service)


Memberikan informasi mengenai infrastruktur IT kepada semua pemroses dan IT Management.


Configuration Item (CI), sebuah komponen infrastuktur IT dimana dikendalikan oleh Configuration Management.


Configuration Management Database (CMDB), sebuah database yang berisi rincian atribut dan dokumentasi setiap CI dan hubungan antara CI.


Baseline, sebuah potret bagain CI dan komponen atau hubungan dengan CI.


Release Management


Tujuan :


Release Management memberikan pandangan yang menyeluruh mengenai perubahan dalam IT service dan memastikan seluruh aspek dalam Release, baik teknik maupun non teknik


Change Management


Tujuan :


Proses perubahan pengendalian infrastuktur atau aspek lain dari services, dalam cara yang dikendalikan, memberikan persetujuan perubahan dengan gangguan yang minimal.


Change Management memastikan bahwa metode standarisasi dan prosedur digunakan untuk efisinsi dan meyakinkan penanganan semua perubahan.


Changes dapat memberikan solusi atas Problems, Known Errors.


SERVICE DELIVERY


Service Level Management


Tujuan :


Untuk memelihara dan memperbaiki kualitas IT service, melalui siklus tetap mengenai pemahaman, persetujuan, monitoring, pelaporan dan pencapaian IT service. Service Level Management mengatur dan memperbaiki tingkat persetujuan service antara dua pihak.


The provider yang mungkin menjadi internal service department atau organisasi external yang memberikan outsourced service


Penerima service seperti customer yang membayar tagihan.


Availability Management


Tujuan :


Untuk mencapai capabilitas IT infrastructure dan mendukung organisasi untuk mendistribusikan biaya yang efektif dan tingkat availability yang terus menerus yang memungkinkan kepuasan sebagai tujuannya.


IT Service Continuity Management


Tujuan :


Untuk mendukung kesuruhan proses Business Continuity Management dengan memastikan teknik dan fasilitas IT service yang dibutuhkan dapat dipenuhi dengan time-scale bisnis yang disetujui dan dipersyaratkan.


Capacity Management


Tujuan :


Untuk memahami kebutuhan bisnis di masa mendatang (the required service delivery), operasi perusahaan (the current delivery), dan memastikan seluruh kapasitas saat ini dan masa yang akan datang serta aspek-aspek yang dibutuhkan yang memberikan biaya yang efektif.


Financial Management for IT Services


Tujuan :


Untuk memberikan pekerjaan dengan biaya yang efektif dan penggunaan keuangan serta IT asset dalam Services


ITIL biasanya diterapkan kepada satu atau lebih dalam bisnis sebagai berikut :


Penentuan proses bisnis dengan IT organisasi.


Penerapan dan perbaikan mengenai kualitas service.


Kebutuhan untuk fokus kepada konsumen dalam hal IT.


Penerapan fungsi central help desk.


Dua karakteristik dasar konsep ITIL adalah sebagai berikut :


Service management, IT mengatur :






Memberikan pertimbangan atas operasi dan pemeliharaan yang dibutuhkan.


Membangun test plans


Mengidentifikasi effect atas perubahan sistem yang baru atau dimodifikasi terhadap infrastruktur saat ini.


Menentukan kebutuhan yang akan datang.


Customer orientation, IT services memberikan tingkat kualitas yang dapat dipercaya. Untuk menjamin kualitas tersebut.


ITIL menawarkan sebuah pendekatan secara sistematis dan profesional kepada manajemen mengenai IT service provision. Penerapan panduan tersebut dapat memeberikan manfaat seperti :


Meningkatkan kepuasan pelanggan melalui IT services.


Mengurangi resiko tidak diketemuaknnya bisnis yang dipersyaratkan untuk IT service.


Mengurangi biaya ketika membangun prosedur dan praktek dalam organisasi


Komunikasi dan informasi yang lebih baik antara pelanggan dan staff IT.


Standar dan panduan bagi staff IT


Produktifitas yang lebih besar dan keahlian dan pengalaman yang lebih baik.


Pendekatan yang berkualitas terhadap IT service.


Manfaat yang dapat diberikan kepada pelanggan adalah :


Menjamin kembali bahwa IT Service memberikan kesesuaian dengan prosedur yang didokumentasikan dapat diaudit.


Menyediakan kepada customer untuk mencapai tujuan bisnis.


Identifikasi contact poin untuk menanyakan atau diskusi tentang perubahan persyaratan.


Memberikan umpan balik dari monitoring service level agreements.


2.3 Tujuan
Tujuan Information Technology Infrastructure Library (ITIL) adalah untuk menyediakan petunjuk untuk praktek terbaik dalam manajemen layanan teknologi informasi. Ini mencakup pilihan yang dapat diapdopsi dan diadaptasi oleh organisasi berdasarkan kebutuhan bisnisnya, keadaan, dan kedewasaan dari penyedia layanan.




SECTION 2

1 Strategi Layanan

1.1 Pengantar
Layanan Strategi adalah tahap pertama dari ITIL Service Management Lifecycle. Ini adalah poros di mana siklus berputar. Fase ini digunakan untuk menetapkan strategi keseluruhan untuk layanan TI yang direncanakan organisasi dan manajemen layanan (ITSM) praktek. Ini memuncak dalam rencana strategis yang menentukan bagaimana layanan TI yang direncanakan organisasi dan kebijakan dan proses ITSM akan digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Layanan Strategi fase membantu memastikan bahwa organisasi siap untuk mengelola biaya dan risiko yang terkait dengan memulai layanan-layanan baru. Dalam fase ini, organisasi melakukan hal berikut:. Tentukan ruang pasar untuk layanan TI yang direncanakan. Menetapkan harapan kinerja untuk melayani pelanggan. Mengidentifikasi, memprioritaskan, dan pilih peluang.

1.2 Resiko
Strategi layanan tidak dapat diciptakan atau ada dalam isolasi strategi menyeluruh dan budaya organisasi yang dimiliki oleh penyedia layanan. Penyedia layanan mungkin ada dalam suatu organisasi semata-mata untuk memberikan layanan pada satu unit bisnis yang spesifik, untuk layanan unit bisnis, atau mungkin beroperasi sebagai penyedia layanan eksternal yang melayani beberapa bisnis eksternal. Strategi yang diadopsi harus memberikan nilai yang cukup kepada pelanggan dan semua stakeholder penyedia layanan harus memenuhi tujuan strategis penyedia layanan.

1.3 Jenis Penyedia Layanan TI


• Services Strategy (SS), meliputi perencanaan strategis manajemen layanan dan keterpaduan pelayanan dengan strategi bisnis.


• Services Design (SD), outlines desain danpengembangan layanan jasa dan prosesmanajemen.


• Services Transition (ST), mengilustrasikanbagaimana persyaratan tahapan sebelumnya(strategi dan desain) untuk layanan yangberkelanjutan dan dapat dipertahankan.


• Services Operation (SO), meliputi penyampaianyang efektif dan efisien dan dukungan layanan,juga menyediakan referensi untuk kegiatanoperasional dalam proses-proses lain.


• Continual Service Improvement (CSI),perbaikan layanan yang berkelanjutan danpengukuran kinerja proses yang diperlukanuntuk layanan






1.4 Empat Strategi P


• Perspektif: visi yang khas


• Position: keunikan posisi sebagai dasar untuk


berkompetisi


• Plan: bagaimana provider layanan akan


mencapai visi


• Pattern: pola dasar yang berulang dalam


decision making, biasanya berdasarkan „tema


pokok‟ atau „guiding principles‟ atau „kebijakan


umum‟.






1.5 Otomatisasi Proses Manajemen Layanan






Otomasi proses manajemen adalah penggunaan sistem komputer dan perangkat lunak untuk mengotomatisasi proses. Proses dapat benar-benar otomatis, sehingga tidak ada intervensi manusia yang diperlukan, atau semi-otomatis di mana beberapa intervensi manusia diperlukan untuk membuat keputusan atau menangani pengecualian.










SECTION 3






1 Design Layanan



1.1 Mengapa desain layanan penting?




Desain Layanan adalah tahap dalam siklus hidup layanan secara keseluruhan dan merupakan elemen penting dalam proses perubahan bisnis.







Peran Desain Layanan dalam proses perubahan bisnis dapat didefinisikan sebagai:


Desain yang tepat dan inovatif layanan TI, termasuk arsitekturnya, proses, kebijakan dan dokumentasi, untuk memenuhi kebutuhan sekarang dan masa depan bisnis yang telah disepakati




1.2 Lima Aspek Utama Dari Desain Layanan ?


Terdapat 5 aspek individu dalam Desain Layanan:


· Solusi layanan baru atau perubahan


· Sistem manajemen layanan dan perangkatnya, khususnya Portfolio Layanan


· Arsitektur teknologi dan sistem manajemen


· Proses, peran dan kemampuan


· Metode pengukuran dan satuan







1.3 Tujuan dan sasaran utama Desain Layanan adalah sebagai berikut:


· Desain layanan untuk mempertemukan manfaat bisnis yang telah disetujui


· Desain proses untuk menunjang sikus hidup layanan


· Mengidentifikasi dan mengelola resiko


· Desain keamanan dan kerentanan infrastuktur TI, lingkungan layanan, arsitektur, kerangka kerja, dan dokumen untuk menunjang desain dari kuaitas solusi TI


· Membangun keahlian dan kemampuan dalam TI


· Berkontribusi terhadap keseluruhan peningkatan kualitas layanan TI












1.4 Paket Desain Layanan (SDP): mendefinisikan seluruh aspek dalam layanan TI dan keseluruhan persyaratan dari setiap tingkatan dalam siklus hidup layanan. SDP dihasilkan untuk setiap layanan TI baru, perubahan mayor, atau layanan TI yang dikeluarkan.



Selasa, 17 Januari 2017

Trend Sistem Informasi Dalam Bidang Kesehatan

Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) akan berperan besar dalam meningkatkan layanan kesehatan warga dunia. Akselerasi penggunaan TIK dalam dunia kesehatan semakin meningkat dan mudah dengan adanya partisipasi Google Inc yang mulai menyediakan layanan Medical Record Service. Proyek percontohan Google itu telah melibatkan puluhan ribu pasien di rumah sakit Cleveland yang dengan suka rela mentransfer rekam medis mereka. Rekam medis yang terkumpul itu dipergunakan oleh Google untuk memberikan layanan melalui aplikasi terbarunya. Perlu dicatat bahwa setiap data pasien dalam rekam medis, seperti resep obat, jenis alergi, riwayat kesehatan, dan sebagainya semuanya itu dilindungi dengan mempergunakan password, seperti juga yang diisyaratkan dalam layanan Google lainnya. Layanan Google tersebut semakin membuat pengelola rumah sakit ingin segera memakai dan mengintegrasikan  sistem informasidan manajemennya dengan Google demi mewujudkan sistem layanan kesehatan yang lebih efektif dan progresif.
Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat telah berkembang ke berbagai sektor termasuk kesehatan. Meskipun dunia kesehatan merupakan bidang yang bersifat information-intensive, akan tetapi teknologi informasi relatif tertinggal. Sebagai contoh, ketika transaksi finansial secara elektronik sudah menjadi salah satu prosedur standar dalam dunia perbankan, sebagian besar rumah sakit di Indonesia baru dalam tahapan perencanaan pengembangan billing system.

Teknologi informasi dibidang kesehatan, komputer juga telah berperan untuk menolong jiwa manusia, dan riset di bidang kesehatan, komputer digunakan untuk mendiagnosis penyakit, menemukan obat yang tepat serta menganalisis organ tubuh manusia bagian dalam yang sulit di lihat. Teknologi informasi berupa Sistem Computerized Axial Tomography (CAT) berguna untuk menggambar struktur bagian otak dan mengambil gambar seluruh organ tubuh yang tidak bergerak dengan menggunakan sinar-X sedangkan untuk yang bergerak menggunakan sistem Dynamic Spatial Reconstructor (DSR) yang dapat digunakan untuk melihat gambar dari berbagai sudut organ tubuh.
Manfaat Komputer di bidang kesehatan antara lain : (1).Melakukan rotgen terhadap tubuh pasien sehingga dapat diketahui apa penyakit dan penyebabnya.(2). Diagnostik, terapi dan perawatan, monitoring status pasien. (3). Administrasi Rumah Sakit.  (4). Database karyawan Rumah sakit. (5).Laboratorium analisis kesehatan, penelitian dalam bidang kesehatan. (6). Penelitian dan pabrik Farmasi.

Saat ini telah ada temuan baru yaitu komputer DNA, yang mampu mendiagnosis penyakit sekaligus memberi obat. Ehud Shapiro beserta timnya dari institut Sains Weizmann, Rehovot, Israel, telah membuat komputer DNA ultrakecil yang mampu mendiagnosis dan mengobati kanker tertentu. Komponen penyusun komputer DNA adalah materi genetik yang diketahui urutan biasanya. Seperti diketahui bahwa urutan gen secara intrinsik mempunyai kemampuan inheren untuk mengolah informasi layaknya komputer. Oleh karena itu mesin biomolekul yang bekerja dengan ketepatan lebih dari 99,8% itu, dapat disimpan dalam setetes larutan. Komputer DNA menggunakan untai nukleotida sebagai masukan data, dan molekul biologi aktif sebagai larutan data dapat menghasilkan sistem kendali logis dari proses-proses biologi.
Standar dan mutu layanan kesehatan di Indonesia belum menggembirakan dan masih tertinggal bila dibandingkan dengan negara lain. Perhatian negara terhadap standar fasilitas kesehatan bagi penyedia jasa kesehatan dan pengaruhnya terhadap hasil perawatan pasien juga masih kurang. Untuk membenahi sistem kesehatan nasional secara progresif dibutuhkan solusi cerdas berupa layanan elektronik kesehatan atau disebut dengan E-Health. Yang merupakan solusi entreprise di bidang kesehatan karena melibatkan berbagai pihak, mulai dari masyarakat luas, rumah sakit, puskesmas, perguruan tinggi, hingga produsen obat dan industri farmasi. Keterpaduan dan integrasi antara E-Health dengan SIAK (Sistem Informasi dan Administrasi Kependudukan), baik dalam lingkup nasional maupun regional sangat membantu optimalisasi sistem kesehatan rakyat dimasa mendatang. Proses Digital Medical Records (DMR) atau rekam medis elektronik merupakan segmen fundamental dari E-Health.
Untuk mengembangkan aplikasi E-Health pentingnya memperhatikan standar DICOM (Digital imaging and communications in Medicine). Karena standar itu memungkinkan data-data hasil pemeriksaan radiologi untuk disimpan dan ditransmisikan dengan menggunakan format tertentu. Cakupan standar DICOM tidak hanya berkisar pada masalah penyimpanan dan penyajian data radiologi, namun semakin berkembang ke arah integrasi instrumen radiologi dengan protokol jaringan komunikasi tertentu.
Di seluruh dunia, terjadi peningkatan biaya pelayanan kesehatan. Banyak orang tidak mendapat kesempatan bagi pelayanan kesehatan yang lebih baik. Catatan kesehatan yang masih mengandalkan dokumen kertas banyak menimbulkan kesalahan dan mengurangi produktivitas layanan. Walau demikian, patut diakui terdapat juga kenaikan pelayanan kesehatan di masyarakat, yang memberikan peluang kehidupan yang lebih baik, namun juga berarti terdapatkan golongan masyarakat manula (manusia usia lanjut) yang lebih besar. Pada umumnya manula juga memerlukan layanan kesehatan yang lebih besar dibandingkan usia produktif. Bagi pemerintah di tingkat lokal maupun pusat juga mendapat tantangan untuk menanggulangi meningkatkan biaya pelayanan kesehatan, meningkatkan akses dan kualitas pelayanan. Oleh karena itu, Pengembangan E-Health akan membantu pihak-pihak penyedia layanan kesehatan termasuk pemerintah untuk bertanggungjawab terhadap pemantauan kesehatan umum dan kemungkinan penyebaran penyakit menular tertentu. Sebagai contoh, E-Health dapat diterapkan untuk membantu pemerintah mengembangkan program yang membantu dokter, perawat dan tenaga medis untuk saling bertukar informasi secara elektronik, mengambil data rekam medis pasien kapan dan dimana diperlukan, dan memberi layanan jasa kesehatan lainnya secara real time melalui internet. Layanan kesehatan ini akan memberikan banyak sekali penghematan dari sisi biaya dokumen dan administrasi layanan dan memberikan keuntungan pemberian keputusan layanan kesehatan yang terbaik kepada pasien dengan lebih cepat.
Peranan komputer dalam mengelola dan melakukan pertukaran data kesehatan melalui internet menjadi sangat vital dalam menyelenggarakan E-Health. Karena data kesehatan tidak hanya berupa teks, bahkan bisa merupakan data gambar, suara, dan multimedia lainnya. Oleh karena itu, sangat diperlukan komputer yang memiliki kemampuan proses yang tinggi untuk dapat mengolah data yang ada menjadi informasi yang berharga bagi suatu keputusan layanan kesehatan. Pada akhirnya, Pelayanan jasa kesehatan dengan E-Health memerlukan komitmen dari penyelenggara jasa kesehatan untuk melakukan modernisasi dari perangkat dan infrastruktur yang digunakannya. Dalam tahapan awal, memang hal tersebut akan merupakan investasi dari sisi biaya, namun dalam tahapan lanjutannya, penerapan E-Health akan memberikam keuntungan dari penghematan biaya-biaya, antara lain: administrasi, obat-obatan, diagnostik penyakit, terapi, perawatan, dan penelitian.
Surveilans Epidemiologis merupakan kumpulan data penyakit yang diobservasi untuk mengetahui tren dan mendeteksi perubahan kejadian penyakit tersebut secara dini. Pola dan distribusi penyakit juga mudah diamati berdasarkan area geografis, usia, komunitas, dan sebagainya. Prosedur pengumpulan data secara manual dapat digantikan dengan digitalisasi yang lebih cepat,akurat, dan hemat biaya. Apalagi jika jarak lokasi kejadian dan tempat pengumpulan data sangat berjauhan. Inilah yang disebut Telemedicine. Yang merupakan pemanfaatan TIK untuk meberikan informasi dan pelayanan kesehatan dari suatu lokasi ke lokasi lainnya. Telemedicine bisa diartikan sebagai akses cepat untuk memberikan keahlian medis secara jarak jauh. Sehingga tidak tergantung dimana posisi pasien itu berada. Dalam kondisi gawat darurat, fungsi telemedicine menjadi sangat penting karena dapat mempercepat tindakan medis.


Selasa, 27 Desember 2016

Tren Sistem Informasi Masa Kini dan Masa Depan

Tren Sistem Informasi saat ini

·         V-net Trend Baru Isi Pulsa
Cara baru isi pulsa ini dapat mengisi pulsa dimanapun dan kapanpun online selama 24 jam ke semua operator hanya dengan sms dari HPnya sendiri. Kemudahan inilah yang membuat orang-orang memburu teknologi V-net club. Disamping kelebihan itu, Orang-orang yang bergabung bersama V-net club akan mendapatkan teknologi SMS gratis/murah ke sesama member V-net via GPRS. Dengan fasilitas ini memungkinkan member dalam sekali mengirim pesan mampu memuat hingga 1000 karakter. Fasilitas ini akan sangat berguna dan membantu bagi anda mempunyai komunitas.

·         Customer Relationship Management
Customer Relationship Management (CRM) secara umum digunakan untuk membantu kegiatan di Sales, Marketing dan Customer Service. Lebih tepatnya, CRM dipakai sebagai sarana penghubung dari suatu perusahaan ke pelanggannya. Dengan melalui channel (kanal) yang dikelola dengan baik, kita bisa mendengarkan apa yang diinginkan pelanggan, apa yang mereka keluhkan, bagaimana competitor bertindak terhadap produk/jasa kita, dan berbagai kegiatan sejenis. Bagaimana pengembangan dan implementasi CRM dengan menggunakan Sistem/Teknologi Informasi? Sebenarnya, dengan menggunakan aplikasi spreadsheet seperti MS Excell, OpenOffice Calc dll pun bisa dibuat CRM sederhana.

·         Enterprise Information System
Suatu sistem informasi yang bisa menyatukan semua informasi yang ada di masing-masing bagian atau divisi oleh beberapa textbook, sistem informasi ini sering disebut Enterprise Information System (EIS). Hal mendasar dari EIS adalah platform teknologi yang bisa menyatukan semua informasi dari berbagai bagian menjadi satu (single) informasi secara lojikal, sehingga Enterprise (perusahaan/organisasi) bisa mendapatkan informasi yang dibutuhkan dengan mudah. Dalam hal ini, tidak hanya sekedar penggunaan teknologi jaringan misal LAN (local area network) sehingga antar divisi terhubung secara fisik tapi juga integrasi proses bisnis masing-masing divisi. Dibutuhkan juga penyatuan semua database secara lojikal, sehingga bukan hanya antar divisi tapi juga pengaksesan informasi untuk semua level di organisasi baik dari staf operasional, manajer maupun direktur.

·         Apotek dengan Sistem Informasi Manajemen
Drugstore Software / Software Apotek / Perangkat Lunak Untuk Apotek dibuat untuk menangani bagian point of sales kasir dan inventori dari suatu apotek, yaitu dengan cara menyediakan kemampuan untuk menangani transaksi beli dan jual secara resep dan non resep (untuk apotek yang merangkap sebagai swalayan) yang dibayar tunai ataupun kredit. Juga untuk menyajikan laporan laporan sehingga keputusan yang diambil manajer lebih tepat sasaran. Sistem applikasi ini dirancang untuk digunakan secara mudah baik dengan keyboard dan mouse atau dengan barcode scanner sebagai alat memasukkan data. Sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan cepat.
·         Vi-TRACK Untuk Keamanan Mobil
Aplikasi pemantauan Vi-TRACK ini bekerja dengan menggunakan satelit GPS yang memancarkan data tentang posisi suatu objek (dalam bentuk angka, posisi, waktu, dan kecepatan) yang kemudian diterima oleh perangkat keras penerima data GPS (GPS Receiver) yang terdapat didalam Hardware unit (Vi-TRACK GTS) yang terpasang pada kendaraan.Kemudian data tersebut diproses oleh perangkat keras GPS Receiver, untuk kemudian dikirimkan ke Database Server yang telah teraplikasikan dengan sistem / software (Vi-TRACK System Monitoring) dan peta digital, dengan menggunakan sarana komunikasi GSM melalui SMS / GPRS.

·         e-Learning
Marc J. Rosenberg, seorang pakar e-learning nomor satu di dunia, menyebut e-learning sebagai “the use of Internet technologies to deliver a broad array of solutions that enhance knowledge and performance”, atau“Penggunaan teknologi Internet untuk menyampaikan berbagai macam solusi untuk meningkatkan pengetahuan dan kinerja”. Jadi e-learning ini mengacu pada kegiatan pembelajaran atau transfer informasi dan skill dengan menggunakan media Internet dan/atau Teknologi Informasi (TI) secara umum.Sebagian dari kita mungkin sudah pernah melakukan pencarian informasi, membaca artikel, melihat sebuah demo aplikasi, atau berpartisipasi dalam diskusi melalui internet. Secara tidak langsung apa yang telah kita lakukan tersebut merupakan sebagian kecil aktivitas-aktivitas e-learning.

·         Sistem GPS
Global Positioning System (GPS) adalah suatu sistem navigasi yang memanfaatkan satelit. Penerima GPS memperoleh sinyal dari beberapa satelit yang mengorbit bumi. Satelit yang mengitari bumi pada orbit pendek ini terdiri dari 24 susunan satelit, dengan 21 satelit aktif dan 3 buah satelit sebagai cadangan. Dengan susunan orbit tertentu, maka satelit GPS bisa diterima diseluruh permukaan bumi dengan penampakan antara 4 sampai 8 buah satelit. GPS dapat memberikan informasi posisi dan waktu dengan ketelitian sangat tinggi.

·         Sistem Informasi Geografis
Sistem Informasi Geografis (bahasa Inggris: Geographic Information System disingkat GIS) adalah sistem informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Atau dalam arti yang lebih sempit, adalah sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan informasi berefrensi geografis, misalnya data yang diidentifikasi menurut lokasinya, dalam sebuah database. Para praktisi juga memasukkan orang yang membangun dan mengoperasikannya dan data sebagai bagian dari sistem ini. Teknologi Sistem Informasi Geografis dapat digunakan untuk investigasi ilmiah, pengelolaan sumber daya, perencanaan pembangunan, kartografi dan perencanaan rute.

·         Sistem Informasi Manajemen Perencanaan Pembangunan Nasional
Telah banyak dikembangkan sistem informasi yang berbasis data perencanaan pembangunan, yang beroperasi baik di pusat maupun di daerah. Akan tetapi, harus diakui bahwa pada umumnya sistem informasi yang telah dikembangkan itu hanya menyangkut aspek tertentu dalam perencanaan pembangunan. Misalnya, Sistem Informasi Manajemen Departemen Dalam Negeri (Simdagri) dan SIM Daerah (Simda), yang penerapan pengelolaannya di daerah dilakukan oleh Kantor Pengolahan Data Elektronik (KPDE) di daerah. Contoh lain adalah yang berkaitan dengan aspek ruang, yaitu Sistem Informasi Geografis (SIG), yang dikembangkan melalui proyek berbantuan luar negeri Land Resources Evaluation and Planning (LREP) dan Marine Resources Evaluation and Planning (MREP); atau sistem informasi yang menyangkut aspek lingkungan, seperti Neraca Kependudukan dan Lingkungan Hidup Daerah (NKLD) serta Neraca Sumber Daya Alam dan Spasial Daerah (NSASD) di setiap daerah.

·         Jejaring Sosial
Jejaring Sosial adalah suatu struktur sosial yang dibentuk dari simpul-simpul (yang umumnya adalah individu atau organisasi) yang dijalin dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik seperti nilai, visi, ide, teman, keturunan, dll. Analisis jaringan jejaring sosial memandang hubungan sosial sebagai simpul dan ikatan. Simpul adalah aktor individu di dalam jaringan, sedangkan ikatan adalah hubungan antar aktor tersebut. Dalam bentuk yang paling sederhana, suatu jaringan jejaring sosial adalah peta semua ikatan yang relevan antar simpul yang dikaji. Jaringan tersebut dapat pula digunakan untuk menentukan modal sosial aktor individu. Konsep ini sering digambarkan dalam diagram jaringan sosial yang mewujudkan simpul sebagai titik dan ikatan sebagai garis penghubungnya. Contohnya: Facebook, Twitter, Friendster, dll.

·         Sistem Smart Card, yang dapat digunakan tenaga medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien. 
·         Sistem Penjualan secara kredit, agar dapat memantau hutang pelanggan yang jatuh tempo.  
·         Sistem Layanan Akademis yang memungkinkan mahasiswa memperoleh data akademis dan mendaftar mata kuliah yang diambil pada tiap semester. 
·         Sistem POS (Point Of Sale), yang diterapkan di pasar swalayan dengan dukungan barcode reader untuk mempercepat pemasukan data.
·         Sistem reservasi penerbangan, digunakan dalam biro perjalanan untuk melayani pemesanan atau pembelian tiket.

ΓΌ Tren Sistem Informasi Masa Depan
Dave Evans selaku Chief Futuristic, Cisco IBSG Innovations Practice membeberkan prediksi teknologi teratas yang akan booming dalam beberapa tahun ke depan :

·         Pada tahun 2029, 11 petabyte storage yang dapat menyimpan video berkualitas DVD untuk diputar selama 600 tahun lebih tanpa henti 24 jam sehari, akan tersedia seharga $100.
·         Dalam 10 tahun ke depan, kita akan menyaksikan peningkatan kecepatan jaringan internet rumahan sebesar 20 kali lipat.
·         Pada tahun 2013, lalu-lintas jaringan nirkabel akan mencapai 400 petabyte perbulan. Sekarang ini, jaringan di seluruh dunia mentrasnfer data lebih dari 9 exabyte per bulan.
·         Pada akhir tahun 2010, akan terjadi perbandingan satu miliar transistor per orang - masing-masing transistor seharga sepersepuluh juta sen.
·         Internet akan berevolusi menjadi sarana komunikasi instan, tanpa peduli jarak.
·         Komputer kuantum komersial yang pertama akan tersedia pada pertengahan tahun 2020.
·         Pada tahun 2020, PC seharga $1.000 akan memiliki kemampuan memproses setara dengan otak manusia.
·         Pada tahun 2030, Kemampuan memproses PC seharga $1.000 akan seimbang dengan kemampuan otak sekampung manusia.
·         Pada tahun 2050 (dengan mengasumsikan bahwa jumlah total populasi dunia adalah 9 miliar), kemampuan memproses PC seharga $1.000 akan seimbang dengan kemampuan otak keseluruhan manusia di bumi.


Rabu, 02 November 2016

PROFESI DI BIDANG JURUSAN SISTEM INFORMASI

PROFESI DI BIDANG JURUSAN SISTEM INFORMASI
Jurusan Sistem informasi adalah jurusan yang mempelajari bagaimana cara berfikir sistem, bagaimana menganalisis suatu masalah, dan yang terpenting yaitu bagaimana menerapkan teknologi informasi dalam suatu organisasi khususnya perusahaan agar tercapai tujuannya.
Dalam teor isistem informasi diartikan sebagai sekumpulan hardware, software, brainware, dan aturan yang diorganisasikan untuk , memproses, menganalisis,  menyimpan,  mengumpulkan dan menyebarkan I,nformasi untuk tujuan tertentu.
kemampuan yang wajib dimiliki oleh mahasiswa sistem informasi yaitu analisis dan berifikir sistem, dimana kita dituntut untuk mengevaluasi fakta-fakta yang ada dan kondisi nyata sebagai dasar untuk mengambil kesimpulan dan keputusan guna membantu organisasi ataupun perusahaan mencapai tujuan tertentu. sedangkan berfikir sistem yaitu suatu persfektif atau sudut pandang terhadap suatu masalah secara sistemik.
untuk prospek kerja lulusan SI ada banyak sekali, berikut beberapa contohnya:
·         programmer
·         Wirausaha dalam bidang IT > Enterpreneur in IT Business
·         perancang sebuah sistem sebelum dibangun, atau istilahnya mandornya programmer > system analis
·         perancang sebuah design dari system
·         auditor sistem informasi > Informating System Auditor
·         pembangun web lebih spesifik dengan database dan ruang lingkupnnya untuk kepentingan tertentu > Web Developer
·         menjadi adminitrasi dari sebuah database
·         Prospek Kerja dan Gaji SI
·         memanajeri projek yang berhubungan dengan sistem infomasi > IS Project Manager
·         konsultan sistem informasi
·         pembangun web spesifik dari design dan berhubungan dengan seni dan estetika guna untuk membantu perusahaan untuk menjual
·         produk atau jasanya > Web Designer
dan masih banyak lagi.
Sumber :
http://www.cs.ui.ac.id/id/seminar-reboan-profesi-sistem-informasi-dan-kompetensinya/
http://blogkublogku.blogspot.com/2011/04/jenis-jenis-profesi-di-bidang-it_3440.html

https://disclamaboy.wordpress.com/2014/05/17/jenis-pekerjaan-apa-untuk-lulusan-sistem-informasi/

Sabtu, 08 Oktober 2016

SEJARAH PERKEMBANGAN SISTEM INFORMASI



SEJARAH PERKEMBANGAN SISTEM INFORMASI
Pada tahun 1940 saat perang dunia ke 2 sistem informasi digunakan oleh militer untuk pengiriman dan penerimaan dokumen dokumen. Pengiriman dan penerimaan dokumen dokumen ini disimpan dalam bentuk magnetic tape.
1. Generasi Pertama (1945-1955)
Pada generasi ini belum ada sistem operasi, sistem komputer diberi instruksi yang harus dikerjakan secara langsung.
2. Generasi Kedua (1955-1965)
Batch processing systemJob dikumpulkan dalam satu rangkaian kemudian dieksekusi secara berurutan.Sistem komputer belum dilengkapi sistem operasi, tapi beberapa fungsi dasar sistem operasi telah ada, misalnya FMS (Fortran Monitoring System) dan IBSYS,keduanya merupakan bagian yang fungsinya merupakan komponen sistem operasi
3. Generasi Ketiga (1965-1980)
Dikembangkan untuk melayani banyak pemakai secara online, sehingga menuntut sistem komputer dapat digunakan secara :
· Multiuser Berarti komputer yang memiliki resource yang dapat digunakan oleh banyak orang sekaligus.
· MultiprogrammingBerarti komputer melayani banyak proses/job sekaligus pada waktubersamaan, yaitu dengan membagi (mempartisi) memori menjadi beberapa bagian dengan satu bagian memori adalah satu job berbeda.
· Time sharingVarian dari multiprogramming, dimana tiap pemakai mempunyai satuterminal online dengan pemroses hanya memberi layanan pada pemakai yangaktif secara bergantian secara cepat.
· Spooling Membuat peripheral seolah-olah dapat digunakan bersama-sama sekaligus,dapat diakses secara simultan, yaitu dengan cara menyediakan beberapapartisi memori. Saat terdapat permintaan layanan peripheral, langsungditerima dan data disimpan lebih dulu di memori yang disediakan (berupaantrian), kemudian dijadwalkan agar secara nyata dilayani oleh peripheral.
4. Generasi Keempat (1980-199x)
Sistem operasi yang dapat melayani banyak mode, yaitu mendukung batch processing, timesharing dan (soft) real time applications. Perkembangan denganmeningkatnya kemampuan komputer dekstop (PC) dan teknologi jaringan(TCP/IP). Selama tahun 1980-an dan awal tahun 1990-an, perusahaan raksasa multinasional banyak menyelesaikan pembangunan sistem informasi global mereka (GIS/ Global Information System), tetapi masih terdapat beberapa hal lain yang masih harus diselesaikan dalam rangka menyempurnakan sistem pengelolaan informasi berbasis komputer yang mendunia ini. Pada tahun 2000-an, kurang lebih 2070 perusahaan multinasional akan didorong untuk memperbaiki aplikasi sistem informasi dan bentukan arsitektur sistem ini. Sistem yang mulanya dirancang untuk mendukung operasi yang tersentralisasi ataupun tidak tersentralisasi akan ditingkatkan untuk memampukan perusahaan induk dan cabangnya beroperasi sebagai sebuah koordinat suatu sistem yang terintegrasi. Adapun hal yan perlu ditingkatkan dan diintegrasikan secara utuh dalam pematangan sistem informasi dunia adalah peranan sistem informasi berbasis komputer (Computer Based Information System/ CBIS).

PROFESI YANG BERKAITAN DENGAN SISTEM INFORMASI
Program Studi Sistem Informasi adalah program studi yang mempelajari berbagai hal yang berhubungan dengan sistem informasi, seperti Algortima, Data dan Teknologi. Program Studi ini mempunyai prospek kerja yang cukup baik, karena disaat seperti sekarang ini dimana segala hal teknologi disekeliling kita semuanya berkaitan dengan sistem informasi.
Semasa perkuliahan, kita akan mempelajari beberapa mata kuliah seperti : Pengantar Teknologi Informasi dan Komunikasi, Algoritma dan Pemrograman, Matematika Diskrit, Sistem Operasi, Kalkulus dan Aljabar Linier, Pengembangan dan Implementasi Perangkat Lunak, dan lain sebagainya.
Dan inilah beberapa prospek kerja dari lulusan Sistem Informasi :
1. Analis Sistem / Analyst Siystem
Analyst Sistem adalah orang yang bertugas untuk menganalisis segala hal tentang sistem operasi atau informasi dari suatu badan / lembaga / perusahaan yang menggunakan sistem tersebut. Seorang Analyst Sistem ini bisa secara khusus jadi bagian dari perusahaan tersebut, ataupun berdiri sendiri dan mengerjakan proyek analis sistem informasi si sebuah perusahaan.

2. IT Manager
Setiap perusahaan saat ini pasti tidak akan terlepas dari yang namanya sistem Informasi dan teknologi komputer yang mendukung lancarnya pekerjaan dari sebuah perusahaan. Lulusan dari Sistem Informasi juga di proyeksikan untuk bisa menjadi IT manajer karena dibekali kemampuan skill dan belajar juga manajemen, meskipun begitu tentu saja jika kamu seorang freh graduate tidak akan langsung begitu saja menjadi seorang IT Manajer, apalagi disebuah perusahaan yang besar.
3. Database Administrator
Selanjutnya, lulusan dari sistem informasi juga bisa bekerja sebagai Database Administrator atau yang lebih sering dikenal sebagai Admin yang memegang komputer dan mengelola data-data dari sebuah perusahaan, data-data ini harus diatur dan dirapikan untuk menunjang kemudahan informasi untuk bagian-bagian lain dari perusahaan tersebut.
4. Web Developer / Programmer
Web Developer ataupun Programmer sebenarnya merupakan dua hal yang berbeda, tapi memang sangat berkaitan. Web Developer adalah pekerjaan pemogramman yang berkaitan dengan proses membentuk atau membuat sebuah web/website. Menjadi Web Developer ini bisa saja bekerja mandiri atau freelance, atau bergabung dengan perusahaan jasa Web Developer.
Programmer ini adalah orang yang mengerjakan pengembangan sebuah perangkat lunak untuk berbagai kebutuhan. Sama halnya dengan Web Developer, tentu saja seorang programmer bisa bekerja mandiri maupun bergabung dengan perusahaan jasa pengmebang perangkat lunak ataupun sebuah perusahaan start up.
5. Konsultan IT
Saat ini dunia IT semakin besar dan membuat dunia IT ini sebagai salah satu bidang yang memerlukan banyak profesional, termasuk Konsultan IT. Konsultan IT ini merupakan orang/lembaga yang bergerak dibidang jasa pelayanan konsultasi tentang IT(Web Development, Software, Elektronik, Sistem Informasi dll). Kamu bisa mnejadi konsultan mandiri, maupun bekerja disebuah perusahaan Konsultan IT.
6. Peneliti
Sekarang dunia IT menjadi bisnis yang sangat besar, sehingga tentu saja dibutuhkan banyak penelitian untuk meningkatkan kualitas dari sebuah produk IT. Kamu bisa mnejadi seorang peneliti di sebuah perusahaan besar, yakni masuk ke bagian Research and Development, ataupun jika kamu ingin menjadi peneliti mandiri yang mengerjakan proyek penelitian untuk perusahaan-peruahaan/lembaga tentu saja bisa untuk kamu lakukan.
7. PNS
IT bukan saja berhubungan dengan perusahaan, tentu saja negara juga sangat berhubungan dengan IT. Jika kamu lulusan dari Sistem Informasi, kamu bisa langsung melamar CPNS di beberapa Instansi Pemerintahan, namun Instansi yang paling berkaitan dengan keahlian kamu adalah Kementrian Komunikasi dan Informatika.
8. Pengusaha
Menjadi seorang pengusaha adalah hak setiap otang, apalagi jika kamu mempunyai passion untuk menjadi seorang pengusaha. Tentu saja menjadi pengusaha di bidang IT adalah bidang usaha yang paling sesuai dengan skill dan ilmu yang kamu ketahui.
9. Dosen/Pengajar
Menjadi seorang Dosen atau Pengajar bisa saja menjadi passion bagi beberapa orang. Fresh Graduate yang mempunyai skill IT yang juga menjadi kebutuhan bagi banyak sekolah dari mulai Sekolah Dasar sampai dengan SMA, dan tentu saja jika kamu mau menjadi seorang Dosen saat ini kamu harus terlebih dahulu memiliki gelar S2